Ziarah ke Makam Muassis, MI Ma’arif Gandu Tanamkan Penghormatan kepada Para Pendiri Madrasah

MI Ma’arif Gandu, Mlarak, Ponorogo — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026, murid dan guru MI Ma’arif Gandu melaksanakan kegiatan ziarah maqbarah dan auliya pada Senin, 19 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang jasa para pendiri madrasah sekaligus mengenalkan kepada murid sejarah perjuangan para ulama dalam membangun pendidikan Islam.

Rangkaian ziarah diawali dengan berkumpul di lingkungan madrasah, kemudian dilanjutkan menuju makam muassis atau pendiri MI Ma’arif Gandu yang berada di Desa Gandu. Rombongan selanjutnya berziarah ke makam KH. Mahfudh Hakim di Pondok Pesantren Al-Iman Putra.

KH. Mahfudh Hakim dikenal sebagai pendiri Pondok Pesantren Al-Iman sekaligus kepala madrasah pertama di MI Ma’arif Gandu. Ziarah ke makam beliau menjadi bagian penting dalam mengenalkan sosok yang memiliki peran dalam perjalanan awal madrasah kepada generasi penerus.

Lebih dari sekadar kunjungan ke makam, kegiatan ini memiliki nilai edukatif bagi murid. Melalui pengenalan sejarah para muassis, murid diajak memahami bahwa keberadaan lembaga pendidikan Islam saat ini tidak terlepas dari perjuangan, pengabdian, dan keteladanan para pendahulu.

Dalam momentum Hari Santri Nasional, ziarah ini juga menjadi sarana untuk mendekatkan murid pada tradisi keislaman yang hidup di lingkungan pesantren dan madrasah. Nilai penghormatan kepada ulama, kecintaan terhadap ilmu, serta kesadaran akan pentingnya menjaga warisan pendidikan Islam dapat menjadi bagian dari pembelajaran karakter yang diberikan di luar ruang kelas.

Kegiatan ziarah maqbarah dan auliya ini sekaligus mengingatkan warga madrasah akan pentingnya mengenali sejarah lembaga tempat mereka belajar. Dengan memahami jejak para pendiri, generasi penerus diharapkan dapat lebih menghargai perjuangan yang telah mendahului mereka dan menumbuhkan tanggung jawab untuk menjaga keberlangsungan pendidikan Islam.

Melalui kegiatan ini, MI Ma’arif Gandu menghadirkan peringatan Hari Santri Nasional yang tidak hanya berorientasi pada seremoni, tetapi juga pada pengenalan sejarah dan penguatan nilai-nilai keislaman. Semangat perjuangan para pendahulu menjadi pengingat bagi seluruh warga madrasah untuk terus merawat tradisi keilmuan dan mengembangkan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Berita Terkait