Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di MI Ma’arif Gandu: Meneladani Akhlak dan Meningkatkan Kecintaan kepada Rasulullah SAW

Rabu hingga Kamis, 3–4 September 2025, MI Ma’arif Gandu mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H dengan tema “Meneladani Akhlak serta Meningkatkan Kecintaan Kita Kepada Nabi Muhammad SAW”. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah ini melibatkan guru-guru, mahasiswa magang dari UIN Ponorogo, serta seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6.

Peringatan tersebut bertujuan untuk memperkuat kecintaan terhadap Rasulullah SAW sekaligus menjadikan beliau sebagai uswah hasanah — teladan akhlak yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Peringatan Maulid Nabi merupakan momentum untuk merenungi nilai-nilai akhlak mulia Rasulullah seperti kejujuran, amanah, kesabaran, dan kepedulian sosial

Rangkaian kegiatan dilaksanakan selama dua hari sebagai berikut:

Hari Pertama: Meneladani Akhlak Rasulullah dan Mengasah Potensi Siswa

Hari pertama kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MI Ma’arif Gandu diawali dengan tausiyah bertema meneladani akhlak Rasulullah SAW. Melalui kegiatan ini, para siswa diajak untuk mengenal lebih dekat kepribadian Nabi sebagai sosok yang jujur (ash-shiddiq), amanah, penyabar, serta penuh kasih sayang kepada sesama. Tausiyah tersebut menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran bahwa meneladani Rasul bukan hanya dalam ucapan, tetapi juga dalam sikap dan tindakan sehari-hari — seperti disiplin, sopan santun, dan semangat belajar.

Setelah sesi tausiyah, acara dilanjutkan dengan beragam lomba siswa seperti pidato, menyanyi religi, puisi, qiro’ dan tartil Al-Qur’an, adzan, cerdas cermat, serta lomba pengucap doa. Lomba-lomba ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga sarana pembinaan karakter. Melalui lomba pidato dan puisi, siswa belajar percaya diri dan melatih kemampuan berbicara di depan umum. Lomba qiro’ dan tartil menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, sedangkan lomba adzan dan pengucap doa menanamkan nilai keikhlasan serta keberanian berdakwah sejak dini. Adapun cerdas cermat melatih kerja sama dan semangat berkompetisi secara sehat. Dengan begitu, setiap lomba membawa makna pendidikan yang memperkuat nilai religius, tanggung jawab, dan semangat berprestasi.

Hari Kedua: Wujud Syukur dan Kebersamaan

Hari kedua diisi dengan penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba, sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan semangat para peserta. Pemberian penghargaan ini mengajarkan kepada siswa pentingnya kerja keras, sportivitas, dan rasa syukur atas hasil yang diperoleh. Baik yang menang maupun belum menang, semua diajak untuk mengambil pelajaran berharga bahwa yang terpenting bukan hasil semata, melainkan proses dan niat baik dalam berpartisipasi.

Acara kemudian ditutup dengan makan bekal bersama antara siswa, guru, dan mahasiswa magang. Kegiatan sederhana ini memiliki makna yang mendalam: menumbuhkan rasa kebersamaan, persaudaraan, dan kepedulian sosial. Setiap anak membawa bekal dari rumah untuk dinikmati bersama, mencerminkan nilai berbagi dan kesederhanaan yang juga menjadi bagian dari teladan Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini menjadi simbol ukhuwah Islamiyah di lingkungan madrasah — bahwa setiap siswa adalah bagian dari satu keluarga besar yang saling mendukung dan saling menghargai.

Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, madrasah berharap nilai-nilai akhlak yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dapat tertanam dalam diri para siswa dan seluruh civitas. Peringatan Maulid Nabi di MI Ma’arif Gandu diharapkan bukan hanya sebagai acara seremonial, tetapi menjadi langkah konkret dalam membentuk karakter generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan aktif menyebarkan kebaikan di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.

Berita Terkait